Bogor, September 1980
Assallammualaikum Wr.Wb
Kita bersyukur kehadhirat Allah SWT karena dapat bertemu muka disini untuk mengadakan suatu saresehan mengenai hal yang Maha Penting dalam Al-Islam mulia raya.
Sejak jaman dahulu, agama manapun tidak pernah di-ilmiahkan, walaupun Rasulullah SAW sejak dahulu bersabda:
“Al Islaamu ‘ilmiyyun wa ‘amaliyyun, al Islaamu ya’luu walaa yu’laa ‘alaihi,” nampaknya baru pada jaman sekarang inilah mulai diriset dengan seksama bagian-bagian khusus daripada al-Islam itu dan mulai pula secara ilmiah teknologis diriset ayat-ayat Al-Qur'an dan As-Sunnah yang mengandung power dan energi.
Kita mengetahui bahwa power dan energi dapat dikeluarkan dengan menggunakan Ilmu Fisika. Dan setiap pelaksanaan teknologi wajib memakai suatu cara, suatu metode untuk mewujudkannya, baru dapat direalisir dengan nyata.
Kalau kita mengatakan bahwa terdapat ilmu teknologi dalam Al-Qur'an karena jelas banyak ayat-ayat Al-Qur'anul Karim yang mampu mengeluarkan energi dan power yang ternyata lebih tinggi dan lebih dahsyat dari energi dan power yang dikeluarkan dari alam Fisika. Ini disebabkan dimensi Al-Qur'anul Karim itu adalah Maha Tinggi. Diatas telah dikatakan bahwa dalam Al-Qur’anul ada tersimpan, tersembunyi tenaga Maha Dahsyat, yang hanya mampu dikeluarkan melalui hukum-hukum dari ilmu teknologi Al-Qur’an itu sendiri, yaitu memakai cara metodologinya yang khusus.
Dan para teknolog mengetahui bahwa ilmu teknologi harus mempunyai metodologi khusus untuk mewujudkan, mengeluarkan power dan energi tersebut sesuai dengan hukum-hukum dari alam itu sendiri; begitu juga Al-Qur'an, metodologinya tersimpan (tersembunyi) dalam ilmu Tasauf, itulah yang dinamakan ilmu thariqat.
Mungkin ada diantara kita yang terheran-heran, mendengar bahwa Thariqat yang kadang-kadang mereka dengar sebagai sesuatu yang misterius, yang meragukan, disini malah disebut sebagai metode teknologi dalam ilmu Tasauf, yang mampu mengeluarkan power dan energi Maha Dahsyat dari Al-Quran dan Al-Hadits. Keraguan akan Ilmu Tasauf sebenarnya akibat dari kecerdikan para orientalis yang berhasil menghantam dan melemahkan serta memecah-belah umat Islam dengan menyembunyikan kedahsyatan-kedahsyatan daripada thariqatullah dan menyelewengkannya, serta meng-expose-nya sebagai non-Islamis bahkan dikatakan syirik, sesat dan sebagainya.

Sedangkan Allah SWT terang dan nyata mengatakan dalam surat Jin, 16:
Artinya :
”Barang siapa yang berdiri tetap di atas jalan yang benar (metodologi yang benar) Allah akan melimpahkan kepada mereka karunia seperti hujan yang lebat dari langit.”
Selanjutnya, Allah SWT berfirman dalam surat Ar-Ra’ad, 11:
Artinya :
”Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaannya yang ada pada diri mereka sendiri”. (Tidak Kuubah nasib sesuatu bangsa, kalau bangsa itu tidak mengubah nasibnya sendiri.)
Kurnia alam Fisika yang tersembunyi tersimpan dalam perut alam ini, yang disediakan Tuhan sejak bumi ini terkembang, tidak akan keluar dengan sendirinya tanpa teknologi. Begitu juga dengan power Alam Metafisika Al-Qur’an tidak akan keluar dengan sendirinya, tanpa diusahakan oleh umatnya yang tentunya dengan memakai metode teknologis Al-Qur’an sendiri, yaitu dengan menggunakan ayat akbar seperti dinyatakan Allah SWT dalam Surat Jin, 16 di atas dan didukung oleh ayat-ayat akbar lainnya yang dibawah ini akan kami terangkan sekedarnya, Insya Allah.
Inilah ruginya kalau umat Islam tidak meriset Al-Islam mulia raya secara ilmiah teknologis, dan masih tetap saja mendekati kitab Suci tersebut seperti selama ini yakni secara dogma, kepercayan tanpa membuktikannya. Sedangkan Islam adalah sangat ilmiah dan tinggi sekali ilmiahnya, tak ada tolak bandingannya.
Kalau Al-Qur’an saja sudah sangat ilmiah, apalagi Allah Ta’ala, Ia adalah MAHA-ILMIAH, jelas Allah menghendaki hamba-hambanya yang mukmin juga harus sangat ilmiah. Supaya mampu memahami firman-firmanNya secare keseluruhan seperti dikatakanNya pada Surat Al-Baqarah, 208:
Artinya:
”Hai orang orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan.”
Bukankah Tuhan Berfirman:
Artinya: ”Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta) ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat-kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. Al-Luqman,27)
Isi Al-Qur’an itu, habispun kayu di rimba sebagai pena dan habispun delapan buah lautan sebagai dawat untuk menuliskannya, Al-Qur’an belum habis-habisnya (KurniaNya sebanyak bintang di langit dan sebanyak pasir di lautan).
Namun semua itu terhimpun dalam satu Kalimatullahi Hiyal Kalimah Allah yang Maha Akbar, Maha Agung, Maha Sakti, Maha Segala Yang Maha Baik, dan semata mata hanya kalimah Allah inilah yang diamalkan secara teknologs oleh para ahli dzikrullah yang mengamalkannya dengan secara metodologi. Thariqatullah yang dilandasi atas perintah Ilahi yang nyata dalam ayat-ayat Al Qur’an dan As=Sunnah serta diterangkan atas dasar teknologi yang sebagai Sunatullah:
Artinya: ”Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling daripadanya.” (Q.S. Yusuf, 105).
Inilah ia amalan dzikrullah murni yang diperintahkan Allah dan Rasul SAW beratus-ratus kali untuk mengamalkannya. Dan metode Thariqatullah dipelajari agar akhirnya mampu mengeluarkan power-Nya dengan energi-Nya yang akan dapat muncul dalam dimensi yang Maha Akbar. Dan yang bersumber dari power dan energi metafisika Al-Qur’an sendiri. Yang kedahsyatannya antara lain mampu membelah bumi, memindah-mindahkan bukit, menghidupkan orang mati, membungkam gunung berapi, menjinakkan angin topan, menghancurkan segala bencana antara bumi dan langit, mampu menunda kiamat dunia, menolak segala macam penyakit, termasuk AIDS, mampu melebur syaitan, iblis, jin jahat, segala macam sihir, guna-guna, santet, teluh dan lain lainnya.
Semua yang disebutkan diatas ada dengan nyata tertulis dalam Al-Qur’an atau Al-Hadits. Lihat di bawah pada ayat-ayat dan hadits-hadits yang mengadung teknoligi Al-Quran. Dan selama ini tak satupun dari ayat-ayat tersebut yang pernah diriset secara teknologis oleh para ilmuwan kaum Muslimin, apakah tidak kalah mereka itu terus-menerus sepanjang masa?
Ini disebabkan karena mereka sama sekali tidak tahu cara pelaksanaan teknisnya. Sedangkan perintah Ilahi selalu menyatakan ”Risetlah, fikirkanlah.” Karena tidak pernah tahu cara meriset teknologi Al-Qur’an, yang mampu mengeluarkan segala energi yang disebut diatas, disebabkan tertipu oleh kaum orientalis barat. Dan ilmiahnya sesuai dengan Al-Qur'an, 105 yakni paralel dengan ilmu teknologi dalam alam Fisika.
Apakah tidak dahsyat prinsip dasar dari dzikrullah yang sedemikian rupa yang karena amalan yang intensif, akhirnya mampu turun kedahsyatan power dan energi dari Alam Metafisika Al-Quran. Ini disadari betul oleh kaum orientalis barat. Maka itulah sebabnya para orientalis barat itu selalu berusaha keras untuk mendiskreditkannya pada umat Islam yang masih dogmatik dan yang tidak tahu akan ilmu teknologi.
Apakah Tuan-tuan yang tidak pernah mengenal Thariqatullah sudah pernah menguji coba ayat-ayat di atas ini? Oleh sebab itu wahai Bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, semoga insan yang belum mengetahui akan ilmu Thariqat, apalagi yang tidak pernah mengamalkan dzikrullah dengan metode Thariqatullah, janganlah hendaknya dengan serta-merta memberikan fatwa yang negatif kalau ia tidak mengetahui akan ilmu Tasauf yang begitu halus dan dalam.
Apalagi tentang Thariqatullah yang merupakan satu-satunya metodologi yang hebat dan akbar yaitu bagaimana cara pelaksanaan teknis yang khas dalam realisasi teknologi Al-Qur'an yang benar-benar mampu membuktikan dengan nyata dan faktuil adanya power dan energi yang berada tersembunyi dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits yang hanya dapat kita saksikan secara terang dan jelas akan kedahsyatan ilmiahnya dalam pengalaman hidup ini, bukan sampai menunggu di akhirat kelak.
Memang sangat tinggi sekali ilmiahnya sesuai dan paralel dengan ilmiah teknologi secanggih-canggihnya dalam alam Fisika-Kimia.
Mereka yang mencela atau menyalahkan atau mendeskreditkannya, sebenarnya mereka sama sekali tidak pernah tahu, karena tidak pernah mengamalkan, dan tidak pernah menyelidikinya secara ilmiah teknologis, dan tidak pernah mampu membuktikannya secara rinci ilmiah satu-persatu ayat atau satu-persatu As-Sunnah tersebut diatas. Bagaimana mungkin mereka akan dapat menilai metode Thariqatullah ini, apakah mereka berani menilai tentang sesuatu yang tidak mereka ketahui sama sekali dan tidak mengalami sama sekali serta tidak pula mau merisetnya?
Wahai saudara-saudaraku sekalian.
Kita harus sadar dan mau mencoba untuk membuktikan sendiri akan kerealitasannya. Kenyataan-kenyataan daripada ayat-ayat Al-Qur’an dari yang telah kami terterakan di atas ini atau yang kelihatan di bawah ini, silahkan kita uji coba sendiri apakah berhasil atau tidak? Sekali lagi, kalau ia mengeluarkan power, kita harus memakai ilmu teknologi terhadap ayat-ayat atau Al-Hadits yang kami sebutkan di atas. Betul betul nanti akan ternyata, bahwa Thariqatullah telah diputar-balikkan oleh para Orientalis Barat. Sehingga kita beramal tanpa metode. Tanpa metode (tharikat) jelas tidak akan berhasil.
Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian yang kami hormati dan muliakan.
Mari kita mensitir sebuah ayat Al-Quran, Surat Al-Hasyir, 21 yang berbunyi:
Artinya:
”Andaikata Al Quran ini kami letakkan di atas bukit, engkau akan melihat bukit itu hancur berantakan karena takutnya kepada Allah, dan perumpamaan ini kami jadikan untuk manusia agar mereka merisetnya”.
Kita melihat di sini suatu kejadian yang sangat aneh, yang kalau diujicoba oleh orang awam dia akan menghasilkan sebaliknya. Coba kita letakkan beribu-ribu kitab Al-Quran di atas bukit, apalagi di gunung yang berapi, tidak sampai satu hari satu malam, beribu-ribu kitab Al-Qur'an itu akan musnah terbakar.
Tapi yang mengatakannya adalah Allah SWT dalam firman-Nya yang diakhiri dengan perintah: ”Wahai orang Mukmin", ini suatu contoh bagi kita untuk merisetnya.
Para Orientalis Barat mengissuekannya bahwa Tharikat bertentangan dengan Syari’at Islam, ternyata sama sekali tidak benar. Thariqatullah malahan mengukuhkan dan merealisasi Syari’at Islam, Thariqatullah adalah murni mentauhidkan Allah SWT dalam Syari’at Islam semurni-murninya. Maka oleh sebab itu, barangsiapa yang tidak mengetahui Tasauf dan teknologi, mohon diminta jangan bicara, mereka sebenarnya tidak ada hak dan saham untuk itu. Bagaimana dia akan mampu menilainya, sedangkan ilmu Tasauf ia tidak tahu, teknologi-pun tidak, pengalamannya tidak ada dalam mengamalkannya. Ayat-ayat Al-Qur’an itu bukan main tinggi dan dahsyatnya, jangan disalahkan begitu saja. Thariqatullah dan Syari’at adalah satu, dakwah Thariqat sama dengan dakwah Syari’at.
Kalau ini masih tidak dimengerti, atau masih salah dimengerti, Islam akan jelas terus dan kaum muslimin akan lumpuh total, akan dipijak-pijak oleh siapapun, hancur-lebur, dan kacau-balau sehingga terus menerus merupakan neraka dunia dan akhirat bagi kaum Muslimin.
Bila Kalimatullahi Hiyal Ulya diamalkan secara teknologi, jangankan bala-bala di dunia, neraka dunia akhirat pasti mampu habis dileburkannya. Kami telah merisetnya selama 45 tahun lebih lamanya, yang diikuti oleh para sarjana, para cendekiawan lainnya, kontinyu terus menerus, bukan main akbarnya itu.
Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian yang kami hormati.
Setelah diatas tadi kita memberikan uraian umum, sekarang marilah kita baca di bawah ini ayat-ayat Al-Qur'anul Karim dan Al-Hadits yang banyak mengandung power dan energi dari teknologi Al-Qur'an. Sudah jelas tidak perlu kita uraikan seluruhnya, namun beberapa saja ayat Al-Qur'anul Karim dan Al-Hadits yang banyak mengandung power dan energi, kemudian perintah untuk melaksanakan amaliah dzikrullah.
Kami telah hitung jumlahnya, kira-kira 120 kali mengenai perintah untuk melaksanakan dzikrullah, tetapi kami hanya tuliskan beberapa saja disini.
Motto:
1. ”Al Islaamu ’ilmiyyun wa a’maliyyun”.
2. ”Al Islaamu ya’luu walaa yu’laa ’alaihi”
3. ”Believe in god is no longer merely a believe, but it has become to be a science of the highest dimension”.

Ayat-ayat Qur'a dan Al-Hadits Yang Mengandung Teknologi

1. ”Andaikata Kami turunkan Al-Qur’an ini diatas bukit, niscaya engkau akan melihat bukit itu tunduk hancur berantakkan demi takutnya kepada Allah. Dan PERUMPAMAAN ITU KAMI JADIKAN UNTUK MANUSIA AGAR MEREKA BERPIKIR” (A.S. Al Hasyir : 21)
2. ”Laa ilaaha illAllah, Kalimah Allah itu adalah perkataan-Ku, dan ia adalah Aku, siapa yang masuk ke dalam benteng-Ku terpeliharalah ia dari siksaan-Ku” (Hadits Qudsi riwayat Ibnu Najjar).
Komentar: KALIMAH ALLAH YANG diamalkan secara metodologi mampu memadamkan api peperangan (mengamankan dan mendamaikan dunia) sedangkan api neraka jahanam dapat dipadamkan oleh kekuatan KALIMAH ALLAH yang dahsyat, apalagi peperangan di dunia.
3. ”Allah telah menetapkan bahwa tiada kamus kalah bagi-Ku dan Rasul-Rasul-Ku sesungguhnya Allah Maha Kuat dan Maha Gagah” (Q.S. Al Mujadilah, 21)
Konklusi: NAMA-Nya-pun MAHA KUAT dan MAHA GAGAH dan juga tidak mempunyai kamus kalah pula. Kalimah ALLAH inilah yang kita jadikan mata tombak dalam hidup kita dunia-akhirat. Oleh sebab itu Ia harus masuk juga dalam sukma (Ruh) kita, untuk memasukkannya ini harus memakai metodologi.
4. ”Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada ALLAH (termasuk banyak berdzikir dan shalat) dan carilah CARA (Metode) untuk menghampirkan diri kepada Allah dan berjihadlah (sungguh-sungguhlah berjuang, secara intensiflah beramal pada jalan-NYA itu, pada metode itu) sypaya kamu menang (beruntung).” (Q.S. Al Maidah, 35)
5. ”Bukan engkau (ya Muhammad) yang melontar, memukul, memanah, ”menyebut” melainkan Allah." (Q.S. Al Anfal : 17).
KONKLUSI: NAMA ALLAH yang mengandung MAHA ENERGI harus mampu disalurkan dengan metodologi yang tepat pada sasaran-sasarannya.
6.”Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah (bersungguh-sungguhlah) kamu dan kuatkanlah kesabaranmu (tingkatkan kesabaranmu) dan tetaplah bersiap-siaga (kuatlah berpegang pada ilmu-ilmu-mu) dan bertaqwalah kepada Allah, supaya kamu menang (beruntung).” (Q.S. Ali Imran, 200)
7.”Dan bahwasanya jika mereka tetap bediri di atas metode yang benar, niscaya akan kami turunkan hujan (Rahtmat) yang lebat (Kemenangan/Nikmat yang banyak)” (Q.S. Al jin, 16)
8.”Tiada akan datang kiamat (dunia) sehingga di muka bumi ini tiada lagi orang yang berdzikir Allah, Allah." (HR. Muslim). (Dzikir Allah, Allah jelas dan tegas sebagai penangkal kiamat jagad ini.)
Komentar: Tidak akan terjadi atau tidak akan terjadi malapetaka kehancuran total dalam jagad raya ini yang disebabkan oleh tenaga apa sajapun, Kalau masih ada orang yang mampu menyalurkan tenaga Maha Dahsyat yaitu MAHA ENERGI dari KALIMATULLAHI HIYAL ULYA dengan memakai metodologinya yang tepat, untuk menghadapi dan menggagalkan kehancuran itu.
9. ”Permulaan Islam itu asing, dan akan kembali asing pula (juga asing bagi orang Islam sendiri), maka gembiralah orang-orang yang dianggap asing” (HR Muslim)
10. ”Akan datang pada umatku, suatu masa dimana Agama Islam tinggal namaya dan Al-Qur'an tinggal tulisannya.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi)
11. ”Al-Qur’an tidak dapat disentuh (tidak dapat dimanfaatkan, tidak dapat berjaya) kecuali bagi orang yang disucikan (lahirnya dan bathinnya, jasmaninya dan rohaninya)." (Q.S. Al Waqi’ah, 79)
Komentar: Mensucikan zahir juga harus dengan metode (yaitu cara bersuci dan berwudhu menurut Fiqih Islam). Mensucikan rohani juga harus dengan metode (yaitu dengan BERDZIKIR pada Allah dengan menggabungkan rohani kita lebih dulu dengan rohani RASULULLAH SAW dan kemudian barulah BERDZIKRULLAH, untuk itu diperlukan metode).
12. ”Islam adalah sangat tinggi, tiada yang depat melebihinya.” (HR. Imam Bukhari).
13. ”Islam adalah Ilmiah dan Amaliah.” (HR. Imam Bukhari).
14. ”Atas nama Allah yang tidak memberi mudharat apa-apa yang di bumi dan di langit ialah bagi orang yang beserta dengan nama-Nya” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).
15. ”Laki-Laki dan perempuan yang banyak berdzikir kepadda Allah maka Allah menjanjikan kepada mereka pengampunan dan pahala yang besar” (Q.S. Al Ahzab:35). (Sudah jelas dengan persiapan –persiapan yang cukup dan dengan metodologi, baru berhasil).
16. ”Hai jiwa yang tenang (suci), kembalilah kamu kamu kepada Tuhan-mu, dengan (hati) ridha dan diridha-i (Tuhan). Maka masuklah kamu dalam golongan hamba-hamba-Ku. Dan masuklah kamu ke dalam Syorga-Ku” (Q.S. Al Fajr, 27-30)
17. ”Tangan Allah diatas tangan mereka." (Q.S. Al Fath, 10).
18. Pergilah kamu beserta saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku” (Q.S. Thaha : 42).
(Maka musnahlah Fir’aun dan bala tentaranya serta semua tukang sihirnya, dihantam oleh KALIMAH ALLAH yang dihadapkan Musa as).
19. ”Tak dapat memuat akan zat-Ku, bumi dan langit-Ku. Yang dapat memuat akan zat-Ku, ialah hati hamba-Ku yang Mukmin, lunak dan tenang." (Hadits Qudsi - Ahmad).
20. ”Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar/obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS. Al-Isra, 82)
21. ”Lazimkan olehmu memakai dua macam penawar/obat (yaitu) Madu dan Al-Qur'an.” (HR. Ibnu Majjah)
22.” Dan sesungguhnya andaikata ada suatu bacaan (kitab suci) yang dapat membuat gunung-gunung berjalan/berguncang dahsyat atau bumi dipotong potong/dibelah-belah atau orang-orang mati diajak bicara/dapat berbicara (niscaya kitab suci itu ialah Al-Qur'an. Dan mereka pun tidak juga mau beriman).”(QS.Ar-Ra’ad,31)
23. ”Dan banyak sekali tanda-tanda (kebesaran) Allah di langit dan di bumi yang mereka lalu-lalang di atasnya, sedang mereka berpaling daripadanya (tidak mau merisetnya).”(QS. Yusuf, 105)
24. ”Wahai hamba-hambaKu, sesat kalian semuanya kecuali orang yang AKU beri petunjuk kepadanya.” ( Hadits Qudsi Riwayat Imam Bukhari)
25. ”Barang siapa yang diberi PETUNJUK OLEH ALLAH, maka dialah orang yang mendapatkan petunjuk. Dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah, maka baginya tidak akan mendapatkan seorang WALI MURSYID. ” (QS. Al -Kahfi, 17)
26. ”Maka berdzikirlah kamu akan daku, supaya aku berdzikir kepadamu, bersyukurlah kamu akan daku dan janganlah kamu menyangkal akan nikmatKu.” (QS. Al-Baqarah, 152)
27. ”Dan jikalau mereka telah menganiaya dirinya (berbuat dosa) lantas datang kepadamu (Hai Rasulullah), lalu mereka memohon ampunan kepada Allah dan Rasulpun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati ALLAH MAHA PENERIMA TAUBAT lagi MAHA PENYAYANG.” (QS. An-Nisa, 64)
28. ”Sesungguhnya ALLAH dan para malaikatNya bersalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” ( QS. Al-Ahzab, 56)
29. ”Barang siapa bersalawat untukku satu kali, maka Allah membalas salawat untuknya sepuluh kali.” ( HR. Muslim)
30. ”Wahai orang-orang yang beriman. Jauhilah kebanyakan prasangka buruk. Sesungguhnya sebagian prasangka buruk itu adalah dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain.” (Q.S. Al Hujurat 12)
31. ”Hai orang orang yang beriman. Janganlah hendaknya satu kaum mencela kaum yang lain dengan bentuk apapun juga, boleh jadi mereka yang dicela lebih barik dari mereka yang mencela.” (QS. Al-Hujurat, 11)
32. ”Tiada satu kaumpun berkumpul untuk BERDZIKIR kepada Allah dengan tujuan hanya mendapatkan keridhaanNya melainkan ada seorang malaikat berseru dari langit bahwa berdirilah kamu dosa-dosa-mu telah diampuni dan kejahatan kejahatanmu telah diganti dengan kebaikan .”( H.R Ahmad, Bazzar, Abu a’la dan Thabrani)