(II/4)...
Ajaran-ajaran yang disampaikan oleh kaum Sufi mengandung ajaran inti dari Al-Quran, yaitu teknik mendekatkan diri kepada Allah, Sang Maha Pencipta. Ajaran ini mengarah kepada pembentukan jiwa yang benar-benar suci, bersih sehingga memancar keluar dan berwujud sebagai perilaku kehidupan yang baik, akhlak yang mulia dan budi pekerti serta hasil budi daya yang tinggi dan luhur sesuai dengan syariat Islam yang Mulia. Dalam ajaran ini telah dikenal pula, bahwa peribahasa yang benar adalah “It is not the gun and it is not the man behind the gun but it is The Spirit of The Soul of the man behind the gun.”
Sekarang dapat dideteksi secara ilmiah teknologi bahwa kesalahan, kekurangan dan kepincangan umat Islam yang selama ini mengakibatkan kelemahan dan kelumpuhan Islam bahkan menuju keruntuhan dan kehancurannya secara total adalah karena umat hanya mementingkan hukum-hukumnya saja, kebudayaannya, kemasyarakatannya, ekonominya, sedangkan amalannya sendiri, yang telah diwarisi dan dipusakai dari Nabi Besar Muhammad SAW, penghulu segala Nabi/Rasul, jauh ditinggalkan sehingga umat Islam sekarang tidak mengerti sama sekali letaknya kemenangan Islam, yang semestinya mendapat waktu dan perhatian yang istimewa dan utama, bahkan kadangkala dianggap bahwa amalan-amalan warisan ini sunnah belaka yang tidak berarti.
Oleh karenanya Nur Ilahi sudah mulai pudar dan lenyap dalam dada Ulama-ulama dan pemimpin Islam, akibatnya siapa yang menanam air, tidaklah betung yang akan tumbuh melainkan air juga. Wie kaatst moet de bal verwachten, wie wind zaait moet strom oogsten, barang siapa menggali lubang dia sendiri yang akan jatuh ke dalamnya. Seorang Teknolog Muslim merasa prihatin melihat keadaan ini dengan mengatakan:
Persatuan yang merupakan benteng raksasa Islam hancur lebur.
iman dan taat menjadi luntur
kasih sayang sesama umat menjadi gugur
akibatnya Islam Mulia Raya berdiri di pintu kubur
golongan atheis kufur dan Yahudi pun siap sedia untuk melulur
Ruh-ruh umatnya telah dihinggapi penyakit menular yang sangat berbahaya
Sifat mereka telah bertukar dari fakir menjadi kafir, sifat siddiq dan amanah telah hilang
Khasad dengki khianat berbilang-bilang, judi menjadi seri majelis.
Zinah menjadi pekerjaan laris
Istri dan anak menjadi durhaka melihat si bapak merajalela.
Alampun sangat murka menurunkan bala, banjir dan gempa
Malapetaka pertikaian, peperangan sesamana, penyakit-penyakit anehpun melanda seluruh dunia.
Sedangkan obatnya yang paling ampuh dan mujarab sejak berabad lamanya tersimpan tersembunyi dalam Teknologi Al-Quran/Metafisika Al-Quran.
Inilah akibatnya, jika Al Islam tidak diamalkan secara keseluruhan, yakni tidak turut diamalkan Ilmu tasawufnya yang sebenarnya adalah Teknologi Al-Quran yang termasuk dalam firman AAFAAQI dalam Al Quran yang mampu mengeluarkan Power dan Enerji Al-Quran Maha Dahsyat, jika dipakai Metodologinya yang tepat yakni Tarikatullah yang sangat tinggi hukum ilmiah teknologinya, sesuai dan pararel dengan hukum-hukum teknologi modern alam fisika yang setinggi-tingginya dan sebagai Sunnatullah.
Keadaan negatif umat yang kita gambarkan pada sajak-sajak di atas adalah sungguh-sungguh berbahaya, apalagi kini menjelang abad XXI Masehi ketika peradaban manusia mencapai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang luar biasa tingginya, bahkan bisa dikatakan telah mencapai puncak firmament-nya, maka tumbuhlah interaksi, hubungan timbal balik dalam frekuensi tinggi antara negara di dunia meliputi kebudayaan yang menyangkut nilai kehidupan, konflik kepentingan, pedoman hidup dan moral, sehingga kemajuan tersebut selain memberikan kemudahan dan manfaat kehidupan, namun secara paradok keadaan itu juga menghasilkan efek samping yang mengkhawatirkan.
Arus globalisasi ini telah menyentuh banyak aspek kehidupan manusia. Arus globalisasi yang ditiupkan dunia Barat ini mengakibatkan segenap pelosok dunia terasuk dan terpengaruh dalam pola pikir dan kehidupannya yang kadang-kadang tak dapat dikendalikan karena kuatnya pengaruh arusnya yang negatif yang semuanya menuju kepada kehancuran.
Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang dimiliki dan diterapkan dunia Barat tersebut secara umum lebih menitikberatkan pada aspek materialistik, sekuler, hedonistik, utilitas, rasionalitas dengan tidak dibarengi tuntunan yang Maha Kuasa, sehingga akhirnya dengan Sains dan Teknologi yang dikuasainya, mereka merajalela, memperalat untuk mengganggu, merusak dan mengintimidasi negara-negara lain, termasuk dunia Islam dan negera-negara berkembang.
Bukan keharmonisan atau kedamaian hidup yang diperoleh tetapi justru segala macam krisis, kekacauan dan kerusakkan karena tak tahu kemana diarahkan akan hidupnya. Salah satu akses negatif ini dapat kita lihat pada Konferensi PBB tentang Kependudukan yang baru saja berlangsung di Kairo, Mesir, di mana pihak barat mencoba memaksakan atau melegalisasikan kehidupan negatif seperti homoseksual, lesbian, single parent dan abortus agar mampu mengendalikan pertumbuhan penduduk dunia.
Oleh sebab itu dalam menghadapi arus Globalisasi dan Abad Informasi yang penuh tantangan dan godaan-godaan ini, kita sebagai umat Islam yang mewarisi kitab Maha Suci dan Maha Akbar Al-Quran yang Maha Menang dan Maha Dahsyat masih mempunyai kesempatan untuk mewujudkan manusia-manusia unggul lahir dan batin yang pasti mampu mengatasi kesulitan-kesulitan zaman, sehingga pasti dapat terwujud masyarakat yang harmonis dan berbudaya tinggi dan luhur, seiring dengan perkembangan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan metode yang mempunyai arah yang jelas dan pasti, yaitu mendekatkan diri, menuju kepada Allah, Sang Maha Pencipta Yang Maha Segala, Maha Akbar, Maha Sempurna, Maha Menang, Maha Kamil dan Maha Sejahtera Dunia Akhirat.
Professor Oberon dari Amerika Serikat dengan keyakinan penuh mengatakan:
“Jika umat Islam di Indonesia sesungguhnya kembali mengamalkan rahasia-rahasia Nabi Besarnya, pasti Indonesia jaya sejayanya dan menjadi suatu negara yang tidak dapat ditentang, karena mereka bukan dalam teori saja, tetapi juga dalam realitas nyata, fakta beserta dengan kodrat Ilahi Yang Maha Akbar sesuai dan pararel dengan hukum-hukum eksakta teknologi alam fisika teknologis, yang juga sunnatullah.”
Namun ilmu teknologi alam metafisika Al-Quran adalah lebih tinggi, lebih dahsyat karena dimensinya adalah jauh lebih tinggi, lebih dahsyat, karena tidak ada batasnya dan Maha Ultrasonor.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walilaahilhamd.
Tasawuf Islam dan Teknologi Al-Quran
Ilmu tasawuf dan Sufi adalah suatu Ilmu dalam Agama Islam yang sangat dalam dan sangat halus, yang mampu menembus ke dalam alam bilghoibi, alam batin yang sudah jelas sulit sekali untuk diilmiahkan apalagi pada jaman dahulu kala. Justru disinilah letak problema yang sebenarnya, apa sebab Ilmu tasawuf dan Sufi itu dinisbahkan dan kurang diperhatikan. Karena sulitnya ilmu ini diterangkan secara konkrit, persoalannya bahkan dapat menimbulkan khilafiah, seperti yang selama ini dirasakan, dan adakalanya dapat merenggangkan Kesatuan dan Persatuan Umat Islam yang Maha bernilai itu.
Oleh sebab itu dalam diskusi-diskusi para pemeluk Agama selalu dihindari penelaahan mengenai Ilmu tasawuf dan Sufi, karena persoalannya dianggap terlalu berat dan halus dan terlalu sulit untuk dicerna oleh orang awam. Pakar-pakar di bidang ini yang menguasai seluruh teori dan prakteknya, atau Guru Besarnya yang mampu memberikan penerangan ilmiah yang memuaskan bagi para ahli fikir Islam jarang sekali dapat dijumpai. Pertikaiannya seringkali terletak pada tafsir masing-masing dan pengalaman serta rasa dalam ibadah yang tak mungkin dapat dipindahkan kepada orang lain yang belum pernah merasakannya atau belum pernah mengalaminya sendiri.
Tetapi semua itu bukan alasan untuk melupakan atau untuk membuangnya sama sekali, apalagi untuk ditentang ataupun ditolak. Karena justru kedahsyatan Agama terletak pada enerji yang tersimpan dalam lapisan sebelah dalam Al-Quran. Hal ini hanya dapat dijolok dan dikeluarkan melalui suatu metode (Thariqat) yang terletak dalam Ilmu Tasawuf dan Sufi, bukan terletak dalam ilmu Fiqih.
Al-Quran yang demikian lengkap, luas dan dalam, yang mengandung segala unsur Maha Bernilai serta dapat menghasilkan Enerji Maha Dahsyat, benar-benar wajib kita selidiki kembali khusus dimensi teknologi metafisikanya. Dengan dimensi yang Maha Tinggi dan dengan getaran-getarannya yang Maha Ultrasonor dari Kalimah Allah Yang Maha Agung, yang disalurkan dan dipancarkan langsung dari sisi Allah SWT melalui channel tunggal mulia yang dihujamkan Allah dalam diri Rasulullah SAW:
“Bahwasanya Al Quran ini satu ujungnya di tangan Allah, dan satu lagi di tangan kamu (Muhammad).” (HR: Abu Syuraih Al Khuja’i).
Kita pasti mampu mengatasi segala macam enerji negatif dari atom dan nuklir, dan bencana apa sajapun, berupa peperangan, penyakit apa saja, krisis dan huru-hara dengan segala macam corak dan ragam serta berbagai dampak negatif globalisasi yang dihadapkan kepada kita dalam masa apa saja, kita dengan Kalimah Akbar itu selalu akan “survive” dunia akhirat. ...
|